SAMBUTAN KETUA UMUM PALANG MERAH INDONESIA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN PMI KE – 63

Assalamu ‘alaikum. Wr. Wb.

Salam sejahtera,

Enam puluh tiga tahun sudah Indonesia Merdeka dan tulisan ini ditorehkan dalam suasana dan semangat kemerdekaan. Meskipun berbagai kemajuan yang sangat berarti telah diraih oleh bangsa dan manyarakat Indonesia, tetapi berpuluh – puluh juta keluarga saat ini masih dalam keadaan rentan dan membutuhkan bantuan serta intervensi kemanusiaan secara berkelanjutan. Keluarga rentan yang terbeser diseluruh tanah air dan bahkan mereka berada di lingkungan sekitar kita bertempat tinggal. Mereka rentan terhadap berbagai penyakit, rentan terhadap bencana alam, rentan terhadap berbagai konflik atau kekerasan komunal. Demikian pula mereka rentan terhadap dampak perusakan lingkungan, perubahan iklim serta pemanasan global.

Menghadapi tantangan yang semakin meningkat serta semakin kompleks penanganannya, meskipun PMI merupakan Organisasai sukarela yang tidak mencari keuntungan, tetepi kita terus dituntut untuk meningkatkan kwalitas pelayanan.

Asset dan modal terbesar yang dimiliki oleh PMI, jika kita benar – benar berada di hati masyarakat dalam semua tataran, dan hal itu bisa dicapai jika masyarakat secara nyata mengnggap, bahwa kemerdekaan PMI dari Pusat hingga Ranting memang berguna bagi mereka. Untuk itu PMI tidak perlu bekerja sendiri tetapi harus bahu-membahu dengan semangat gotong royang bersama pemangku kepentingan lain yang benar – benar mempunyai kesadaran tentang pentingnya pekerjaan kemanusiaan secara nyata. Pemangku kepentingan ini tidak hanya dan terbatas pada pemerintahan tetapi benar – benar harus diperluas mencakup dunia usaha, tokoh – tokoh masyarakat, media massa, serta berbagai kalangan yang mempunyai kepedulian dengan semangat bersama untuk kemasusiaan (together for humanity) .

Berbagai proyek untuk menolong masyarakat yang rentan telah kita kerjakan, seperti penyediaan air bersih serta sanitasi, upaya – upaya mengurangi resiko karena bencana alam, diseminasi tentang pencegahan berbagi penyakit yang berbahaya termasuk HIV dan AIDS, bantuan kesehatan masyarakat seperti mobilisasi serta pemberian vaksinasi. Secara berkala pada hari – hari tertentu di berbagai daerah dan cabang diselenggarakan pengobatan massal dan kegiatan itu berguna bagi masyarakat rentan. Proyek – proyek sanitasi termasuk penyediaan air bersih yang diintegrasikan dengan upaya pengurangan resiko karena bencana alam yang berbasis masyakat harus menjadi agenda prioritas kedepan. Kegiatan semacam ini sekaligus pula akan memberi dampak yang positif bagi penguatan organisasi termasuk pemanfaatan relawan dalam arti yang positif. Demikian pula aksi – aksi kemanusiaan ini dapat menjadi stimulus untuk mendorong penggalangan dana bagi cabang yang bersangkutan.

Penggalangan dana perlu ditekankan agar PMI lebih mandiri dan tidak tergantung kepada pihak manapun juga baik pemerintah maupun pemangku kepentingan yang lain. Tentunya hal ini tidak mengurangi pentingnya bantuan Pemerintah Daerah bagi PMI di daerah – daerah untuk menunjang kegiatan oprasionalnya. Bulan Dana ternyata juga hanya bermanfaat bagi daerah dan cabang – cabang tertentu dan secara nasional tidak dapat di jadikan andalan. Erat kaitannya dengan penggalangan dana maka kegiatan – kegiatan yang dikerjakan PMI yang langsung berguna bagi masyarakat harus disebarluaskan. Untuk itu, maka publikasi yang agresif tentang kegiatan – kegiatan yang kita lakukan harus dikomunikasikan pada masyarakat secara luas dan agar kumunikasi ini dapat berjalan secara berkelanjutan maka relasi dengan media massa memegang peran yang menentukan.

Dana – dana yang dikumpulkan dan yang dibelanjakan oleh PMI harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Pada bagian akhir dari sambutan ini yang merupakan arah kebijakan, secara khusus kami hendak menyoroti masalah transfusi darah yang diselenggarakan oleh PMI. Saat ini dan untuk masa – masa mendatang , penyelenggaraan transfusi darah telah dan akan menghadapi berbagai permasalahan yang semakin rumit. Penyelenggaraan tranfusi darah merupakan penugasan pemerintah kepada PMI berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 / 1980. Karena sifatnya sebagai penugasan seharusnya pemerintah ( Pusat dan Daerah ) memenuhi berbagai kebutuhan agar lanyanan transfusi darah dapat dilaksanakan dengan memenuhi standar kualitas dan keemanan darah serta biaya Pengganti Pengolahan Darah ( BPPD ) yang dibebankan kepada mereka yang membutuhkan darah dapat terjangkau. Tetapi kenyataan dilapangan tidak menunjukan hal demikian. Berbagai kendala yang dihadapi PMI dalam penyelenggaraan transfusi darah perlu dicermati guna dicarikan jalan pemecahannya.

Pertama, penyakit – penyakit yang mematikan yang ditularkan melalui pemberian darah bagi mereka yang membutuhkan ( recepient ) semakin ganas dan acapkali semakin sulit didekteksi meskipun telah dilakukan uji saring darah sesuai dengan standar seperti HIV dan AIDS.
Kedua, seirama dengan iklim keterbukaan dan transparasi maka penyelenggaraan transfusi darah harus bener – benar akuntabel terutama dilihat dari kualitas dan keamanan darah dihadapkan dengan resiko pencemaran darah yang semakin meningkat.

Ketiga, Fakta di lapangan menunjukan bahwa bantuan dari pemerintah pusat untuk penyelenggaraan transfusi darah semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan bahwa PMI harus berupaya sendiri untuk mengurus transfusi darah secara mandiri, meskipun tranfusi darah merupakan penugasan dari pemerintah. Jika bantuan dari badan – badan diluar pemerintah tidak diperoleh atau diperoleh tetapi sifatnya hanya sesaat, maka untuk menjaga kualitas dan keamanan darah, biaya pengganti harus ditingkatkan. Peningkatan BPPD ini tentu akan memberatkan masyarakat terutama mereka yang berpenghasilan rendah yang membutuhkan darah.

Jika Pemerintah masih hendak menugaskan PMI dalam penyelenggaraan transfusi darah seperti saat ini, maka diperluakan komitmen dari pemerintah termasuk Pemda – pemda, agar penyelenggaraan transfusi darah dapat disenggarakan secara optimal.

Demikian sambutan kami dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun PMI yang ke 63 tanggal, 17 September 2008. Peringatan tahun ini bertepatan dengan waktu ibadah puasa dalam bulan suci Ramadhan. Kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga Alloh SWT menerima amal ibadah puasa bagi mereka yang menjalankannya. Semoga dengan semangat bulan puasa dapat menggelorakan solidaritas sosial dan kemanusiaan.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati kerja – kerja kemanusiaan yang kita laksanakan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

MAR’IE MUHAMMAD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: