Mendalami Nilai-nilai Palang Merah

Jakarta – “Tutti fratelli” atau “Kita semua bersaudara” itulah slogan yang menggetarkan hati Jean Hendry Dunant. Tak banyak orang yang mengenal Dunant. Tak banyak pula yang mengetahui perang Solferino. Namun orang pasti akan mengerti arti dari tanda Palang berwarna Merah.

Dunia bukan hanya sedang krisis ekonomi global tapi juga krisis kemanusiaan global. Kepedulian dan perhatian pada sesama menjadi nomor sekian setelah masalah ekonomi dan politik. Termasuk masalah kepedulian, kesehatan serta hidup dan mati.

Krisis kepedulian ini merupakan krisis yang sangat krusial karena tanpa adanya rasa peduli dan kasih sayang antar sesama maka dunia tidak mungkin berjalan selaras dan seimbang. Rasa peduli akan mengantarkan kita pada suatu titik seimbang yang akan melahirkan sesuatu yang netral.

Jean Hendry Dunant memang tak seterkenal Frankin D. Rosevelt atau Albert Einstein. Ia memang bukan seorang pemimpin bangsa dan bukan pula seorang pencetus teori-teori umum. Ia hanyalah seorang pemuda yang menjelema menjadi seorang pejuang kemanusiaan yang jasanya akan selalu dikenang.

Perang di Solferino, Italia Utara pada 24 Juni 1859 membuatnya tergugah dan mengusiknya untuk membuat suatu lembaga kemanusiaan yang netral di semua konflik Tahun 1863 lahirlah Palang Merah Internasional yang merupakan buah gagasan dari catatannya yang berjudul Kenangan dari Solverino atau dalam bahasa aslinya Un Souvenir de Solferino.

Pada 8 Mei puluhan tahun yang lalu, melalui sebuah konferensi internasional diputuskan sebuah tanggal untuk mengenang Dunant dengan menjadikan hari lahirnya sebagai hari Palang Merah Internasional.

Kini sudah lebih dari seabad Palang Merah Internasional berdiri. Sudah banyak yang mereka lakukan dan ajarkan pada masyarakat tidak hanya mengenai hal medis tapi juga mengenai sifat netral dan peduli yang selalu mereka pegang teguh.

Menjadi netral memang tidak mudah, butuh suatu titik dimana kita harus dapat berdiri tegak secara seimbang tanpa berat kepada pihak manapun termasuk saat konflik. Palang Merah internasional bersama sekitar 176 ngara yang tergabung didalamnya dapat menjadi contoh bagi kita untuk dapat melaksanakan tugas tanpa harus memilih dan mempertimbangkan kepentingan .

Semua kegiatan yang dilakukan oleh organisasi Palang Merah didasarkan pada tujuh 7 (tujuh) prinsip dasar yaitu Kemanusiaan, Kesukarelaan, Kenetralan, Kesamaan, Kemandirian, Kesatuan dan Kesemestaan. Namun yang paling penting dalam suatu kehidupan adalah hati nurani.

Dalam setiap kegiatannya Palang Merah tidak pernah membedakan status, warna kulit, kekayaan, gender dan kondisi orang yang harus mereka bantu. Perempuan, laki-laki, tua, muda, kaya, miskin, hitam, putih semuanya sama selama mereka masih manusia yang membutuhkan pertolongan.

Selamat Hari Palang Merah Internasional, 8 Mei 2011

Yhusanti Pratiwi
Detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: